1. Siswa SD – SMU menginginkan JUARA KELAS
  2. Mahasiswa menginginkan lulus CUM LAUDE
  3. Karyawan menginginkan menjadi DIREKTUR
  4. Pedagang menginginkan KAYA RAYA
  5. Guru menginginkan menjadi KEPALA SEKOLAH
  6. Tentara menginginkan menjadi JENDERAL
  7. Politikus menginginkan menjadi PRESIDEN
  8. Dosen menginginkan menjadi REKTOR
  9. Ilmuwan menginginkan menjadi PROFESOR
  10. Petani menginginkan HIDUP SEJAHTERA
  11. Pengusaha menginginkan menjadi KONGLOMERAT
  12. Pengemis menginginkan keluar dari kemiskinan HIDUP SEJAHTERA
  13. Dokter menginginkan menjadi KEPALA RUMAH SAKIT
  14. Artis dan Pemusik menginginkan menjadi LEGENDA
  15. Praktisi Beladiri dan Perdukunan menginginkan menjadi ORANG PALING SAKTI

 

Kekayaan, Pengkat yang Tinggi, Popularitas, Kekuatan, Kemegahan menjadi perhatian utama kita selama ini. Apabila tercapaipun, pada umumnya kebanyakan orang dapat meraihnya di umur 40 tahun dan rata-rata meninggal usia 60-an tahun.

Segala macam cara, upaya, akal dan trik-trik diterapkan semua tidak peduli halal haram hanya untuk menikmati KENIKMATAN SEMU selama 20 tahun.

Saat ini manusia purba tertua (homoerectus / homonid) berusia 1,77 juta tahun. Penanggalan saat ini sudah 2010 tahun dan entah akan berakhir kapan.

Apakah logis, kita lebih mementingkan kenikmatan hidup selama 20 tahun dan menyepelakan bin mengabaikan kenikmatan hidup di alam baka yang jauh…………………………………….jauh lebih lama ???

ARGUMEN PENOLAKAN PERTAMA

Alam baka dan akhirat tidak ada, kata sebagian orang. Ya kalau tidak ada, kalau ternyata BENAR_BENAR ADA,  apa persiapan kita ?

Saat ini, WORST CASE SCENARIO (skenario kondisi terburuk) menjadi acuan utama di dalam mengelola perencanaan terhadap sesuatu yang tidak bisa diprediksikan dan akurat diaplikasikan ke dalam segala perencanaan untuk menghadapi kondisi / situasi yang banyak mengandung resiko.

ARGUMEN PENOLAKAN KEDUA

Saya sudah melaksanakan ibadah wajib sebagaimana yang diperintahkan. Mari kita hitung baik-baik. Misalkan ibadah sholat wajib 5 waktu, rata-rata pelaksanaan sholat 5 waktu diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari 5 menit, dikalikan 5 kali sehari sama dengan 25 menit. Total waktu dalam sehari adalah 24 jam x 60 menit sama dengan 1440 menit. Rasio perbandingan pelaksanaan sholat wajib keseluruhan dengan total waktu dalam sehari adalah 25 per 1440 menit sama dengan 1,7%.

Sangat tidak masuk akal bahwa dengan INVESTASI 1,7% bisa mendapatkan keuntungan 98,3%

Angka di atas belum termasuk potongan denda karena dosa, kelalaian, merugikan orang lain dlsb. Kesimpulannya setiap harinya kita pasti tekor bin merugi.

ARGUMEN PENOLAKAN KETIGA

Semua ibadah wajib dan sunah sudah saya laksanakan tidak ada yang kurang. Apakah kita sudah melihat CATATAN AMAL kita masing-masing? Apakah kita sudah mendapatkan “ASURANSI ALL RISK” dari Allahu Ta’ala ? Bagaimana kalau nanti pada hari penghitungan amal ternyata kita adalah ORANG YANG MERUGI? Kita tidak mungkin mengandalkan sesuatu hanya berdasarkan asumsi pribadi kita sendiri khan?

Jaminan dari Allah dan Rasul-Nya sebagaimana tersebut di dalam Al Qur an dan Hadist bukan sebatas asumsi dan teori, namun perlu diupayakan tidak sebatas Ilmul Yakin, namun wajib hingga ‘AINUL YAKIN.

Jaminan Allah sekelas ‘AINUL YAKIN dapat diraih hanya dengan berkah dari Yang Maha Kuasa, dengan syarat kita bersedia INVESTASI waktu, tenaga dan biayanya yang akan kita alokasikan sesuai dengan takaran seharusnya.

Pertaruhkan segala yang anda miliki untuk meraih Jaminan Allah, sebagaimana selama ini kita pertaruhkan untuk mengejar kenikmatan duniawi yang hanya berumur 20 tahun.

Segala yang kita pertaruhkan dijalan Allah, Insya Allah, tidak akan hilang, bahkan kemungkinan besar malah berlipat ganda, selama niat anda tetap fokus pada mencari keridhaan Allah dan disertai bersyukur disetiap keadaan.

Semua kembali kepada kita sendiri. Beruntung atau Celaka dikehidupan selanjutnya adalah ditentukan oleh pilihan kita saat ini. Mari kita CONTRENG pilihan kita masing-masing.

Allahu Akbar.