Ei…iit! Jangan salah sangka dulu………. Jangan negatif thinking…….Dont judge the book from the cover……Jangan su’udzon !!!

Setiap kali muncul “kalimat praduga bersalah” atau “jangan-jangan ini begini… jangan-jangan itu begitu…dan sejenisnya. Maka hati-hatilah, anda sedang bermain-main dengan setan, bukan bahwa setan sedang menggoda anda. Ini kata salah satu hadist yang sempat teringat pada saat ini.

Tafakur hari ini dari Maghrib hingga Isya, ada beberapa pemahaman yang sepertinya bagus untuk dituangkan. Salah satunya adalah mengenai analogi menyanyi.

Ya profesi menyanyi banyak kita jumpai di kehidupan sehari-hari disekitar kita. Misalkan pengamen, penyanyi di cafe, penyanyi di televisi, dan penyanyi artis terkenal, dan beberapa pemusik-pemusik yang merupakan profesi di sekitar kegiatan menyanyi.

Mari kita bahas satu-satu profesi penyanyi dan pemusik kaitannya dengan ibadah di dalam Islam. Tujuan dari pembahasan di sini adalah untuk memudahkan kita di dalam melakukan evaluasi diri tentang sejauh mana kualitas ibadah yang selama ini kita jalankan. Dengan asumsi bahwa profesi menyanyi ini bertujuan untuk mendapatkan uang (amal duniawi) dan ibadah kita untuk meraih pahala (amal akhirat).

 

PENYANYI DI KAMAR MANDI

Banyak orang yang suka menyanyi, dan tempat paling favorit (kata orang…) adalah bernyanyi atau bersenandung  sementara kita sedang mandi. Meskipun hati kita bisa relaks setelah bernyanyi, namun karena menyanyi di kamar mandi dengan nada dan suara sesuka hati, tentu saja tidak ada orang yang mau memberikan uang sebagai penghargaan atas prestasi kita di kamar mandi.

Begitu juga dalam beribadah, jika kita beribadah sesuka hati kita, tentunya Tuhan juga tidak akan memberikan imbalan kan ?? Artinya ibadah kita menjadi sia-sia.

 

PENGAMEN JALANAN

Kalau anda mengamati pengamen jalanan pada umumnya, mereka sudah berusaha bernyanyi dengan notasi nada sebagaimana seharusnya, dengan iringan musik yang disesuaikan dengan kunci nada yang digunakan meskipun (kebanyakan) hasilnya jauh dari sempurna, namun mereka tetap mendapatkan uang. Perjuangannya untuk mengamen sebenarnya tergolong cukup hebat. Ada yang berpanas-panas seharian mengamen, ada yang berlari-lari dari satu bus ke bus lainnya, ada yang sampai menarik gerobak sound-system dsbnya. Ada satu kelebihan disini yaitu PERJUANGAN untuk mendapatkan uang. Namun hasilnya tidak maksimal, karena teknik menyanyi dan bermain musiknya sangat pas-pasan.

Begitu pula dengan ibadah, meskipun sudah susah payah beribadah misalkan sholat belum tentu pahalanya maksimal bahkan ada ancaman hukumannya. Lho ? Silahkan baca QS Al Maa’uun 4-5. Begitu pula dengan puasa. Lho ? Pernahkan anda mendengar ceramah uztaz di bulan Ramadhan, bahwa ada sebagian orang yang puasa melainkan hanya lapar dan dahaga yang ia peroleh ?

Apa yang salah ? Salah satu hambatan hingga tidak maksimal ibadah seseorang adalah teknik berniat dalam ibadah. Semua ibadah yang bukan karena Allah, batal hukumnya. Setelah niat, kemudian masuk ujian kesabaran, dalam beribadah kesabaran sangat sangat penting. Yang dimaksud adalah kesabaran di dalam hati. Bisa saja seseorang “SABAR DI MULUT” namun di dalam hati selalu mengeluh, sumpah serapah, dan tidak bersyukur, riya, sombong dan takabur. Hanya anda dan Allah yang mengetahuinya. Hal ini yang saya “sebut” sebagai teknik penghayatan dan pengabdian kepada Allah di dalam ibadah kita.

Jika anda menginginkan untuk memperbaiki diri, selama anda mampu “membayar biayanya” maka Insya Allah akan mendapatkan kemudahan. Besarnya biaya yang harus anda bayar adalah berzikir istighfar minimal 99 kali atau 999 kali setiap malam. Dan siagakan hati anda setiap saat untuk beristighfar setiap kali hati anda bersikap mengeluh / riya / sombong / takabur / sumpah serapah

Yang kedua, ini masalah sepele namun berdampak besar! Makan makanan yang halal, rejeki yang bukan dari hasil keringat anda jangan sampai anda makan ! Apabila anda mendapatkan undangan traktir dari teman yang anda tahu pasti bukan rejeki halal, lebih baik hindarilah. Ingat ya, uang / rejeki hadiah dan bukan karena keringat anda, misalkan komisi yang tidak jelas dasar aturannya di tempat anda bekerja, sebaiknya jangan anda belikan makanan, kecuali keadaan memaksa / force majeur. Selama anda masih bisa makan dari uang hasil keringat anda sebaiknya uang diluar itu jangan digunakan untuk membeli makanan.

Sekali lagi saya ingatkan, hal ini sepele namun berdampak besar terhadap teknik penghayatan dan pengabdian kita kepada Allah. Sebagaimana disebutkan di dalam salah satu sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.

Nah, jika teknik penghayatan dan pengabdian anda sudah istiqomah, maka anda akan diselamatkan dari hal-hal yang meragukan halal dan haramnya (anda tidak bisa memastikan apakah halal atau haram, benar atau salah, haq atau batil).

 

PENYANYI DI CAFE

Penyanyi di kafe ini pada umumnya teknik menyanyi dan bermain musiknya sudah sesuai dengan kaidah bermusik yang baik dan benar, dan bahkan ada beberapa yang mampu tampil dengan “luar biasa” dengan cara sedikit berimprovisasi.  Honornya kadang lumayan dan kadang pas-pasan, tapi yang jelas bergengsi (bahasa gaulnya “gaya abiss”) namun belum mencapai tingkatan terhormat.

Nah ini sama dengan tingkatan ibadah seseorang dimana  semua teknik ibadahnya sudah sangat sesuai dengan hukum syariat, bacaan Qurannya fasih tajwid, nahwu, shorof dan artinya, fasih 4 madzab, ilmu hadits dan sebagainya. Dia akan fasih di dalam menguraikan ilmu agama dengan sedikit improvisasi dikaitkan dengan pembahasan suatu permasalahan.

Namun, pada umumnya belum mampu membahas suatu permasalahan aktual dan memberikan alternatif solusi yang konkrit untuk diterapkan. Solusi terhadap permasalahan yang diberikan masih seputar nasehat-nasehat keagamaan. Misalkan untuk suatu permasalahan, orang ditingkat ini biasanya menggunakan nasehat “sholat dan sabar” jadikanlah penolongmu. Nasehat seperti memang tidak salah, namun konsep “shalat dan sabar” bersifat umum, sedangkan permasalahan manusia sangat unik dan berbeda antara yang satu dengan lainnya. Sehingga perlu “treatment khusus” yang berbeda untuk setiap permasalahan yang berbeda.

Orang yang ingin melewati tahap ini wajib melaksanakan jihad fisabilillah memerangi hawa nafsu (bukan perang secara fisik), menjalankan ibadah sunah lebih banyak (ibadah wajib tetap dijalankan) dan menghayati makna “Lillahita’ala” dan “La haula wala quwwata ila billah” setiap detik dalam kehidupannya. Dan memperbanyak amal untuk kepentingan / manfaat orang lain.

 

ARTIS PENYANYI

Sebagaimana artis penyanyi lazimnya, mereka biasa membuat album sampai beberapa kali. Bahkan ada yang rutin membuat album / mencipta lagu sesuai dengan pengamatan dan pemahaman mereka berdasarkan situasi dan keadaan yang berlangsung di sekitar mereka. Contoh Iwan Fals, Ebiet G Ade, Slank, dll. Mereka mampu menerjemahkan “kondisi sekitar” menjadi sebuah lagu, di mana panduan utamanya adalah tetap pada nada dasar DIATONIK dan aliran bermusik dari masing-masing artis dimaksud.

Hasilnya mereka mampu “mengolah” dan mengintegrasikan nada dasar bermusik dan aliran bermusiknya menjadi lagu dan aransemen yang baru dan disukai. Artis-artis ini biasanya telah melalui suatu proses jatuh bangun dan jungkir balik di dunia musik cukup lama, dan berkorban segala macam hingga mampu meraih prestasi dan kedudukan terhormat sebagai seorang penyanyi / pemusik.

Begitu pula dengan orang yang menempuh jalan ibadah di dalam agama Islam, setelah jungkir balik di dalam berbagai macam ujian dan usaha yang mungkin tidak terbayangkan, akhirnya diberikan hidayah oleh Yang Maha Kuasa sedemikian hingga mampu “menggubah AlQuran” sehingga mampu “membuat” produk baru. Misalkan untuk permasalahan xyz, orang ditingkatan ini akan secara spesifik bisa memberikan saran harus diselesaikan melalui apa, ibadah apa dan doa yang mana. Sedangkan untuk permasalahan lain, maka solusinya sesuai dengan karakteristik permasalahannya.

Al Quran dan Sunnah mendapatkan pemaknaan baru, kata “baru” bukan dimaksudkan menjadi berbeda, namun dimaksudkan menjadi lebih luas dan lebih tajam sesuai dengan perkembangan jaman.

Hal-hal inilah yang sepertinya mulai terkikis dari dunia Islam di Indonesia. Di mana orang-orang penganut Islam lebih mengandalkan berpikirnya dibandingkan pengabdiannya di dalam zikir. “..wa aqimu shola li dzikri.. sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran yang mulia.

Orang Islam lupa, bahwa ayat pertama yang turun adalah IQRA BISMI RABBIKALADZI KHALAQ, bukannya iqra bil kitab, sekali lagi bukan iqra bil kitab.

Dalam beberapa terjemahan mengenai makna “ALADZI ALLAMA BIL QALAM” (khusus kata “qalam” diterjemahkan dg “baca tulis”), jika baca tulis adalah perintah Al Quran, tentunya Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam tidak akan disebut sebagai NABBIYYIL UMMIYY. Silahkan dicermati ayat ini dan ditafakuri. Allahu ‘alam bissawab.

Bila sudah mulai “menetap” di tingkatan ini, maka sebagaimana disebutkan di dalam hadis Qudsi “…jika Aku (Allah) mencintai hambaku, maka tangannya untuk bertindak adalah tanganKu, kakinya untuk melangkah adalah kaki-Ku……” akan menjadi bagian dari hidup orang tersebut secara perlahan-lahan.

Sempat saya dipahamkan mengenai Hadist ini lebih jauh menjadi “… akalnya untuk berpikir adalah akal-Ku..”

Nah mari kita bermohon kepada Tuhan agar diberikan kesempatan mendapatkan rejeki untuk membuktikan kebenaran yang dikandung di dalam Hadist Qudsi dimaksud.

 

PENYANYI / PEMUSIK LEGENDARIS

Karya dari para tokoh musik ini masih disukai oleh generasi-generasi kemudian. Artinya karyanya cenderung “abadi”

Begitu pula dengan tingkatan Waliyullah, mampu menghasilkan karya-karya yang abadi tidak lekang oleh jaman, bahkan karyanya menjadi inspirasi di dalam merumuskan “karya-karya” baru.

Kitab AL Hikam, Kitab Ihya, Aliran-aliran Tarekat dlsb.

Contoh lain adalah bagaimana Kisah Mahabarata bisa digubah menjadi cerita yang bernafaskan Islam. Istilah untuk kisah Mahabarata secara tradisional adalah Ringgit Purwa Wacucal, dimana kata Ringgit adalah singkatan dari Sunan Giri ingkang Nganggit, Sunan Giri-lah yang menggubah.

Pernah juga saya membaca asal usul aliran pencak silat Sin Lam Ba, yang merupakan peninggalan dari salah seorang ulama Islam besar di Banten. Karya-karya ilmuwan Islam di abad 14, 15, dan 16 menjadi dasar budaya dan ilmu pengetahuan Eropa dan Amerika sekarang. Silahkan googling di internet dengan keyword “1001 Invention” atau klik disini http://www.1001inventions.com/

Saya memohon kepada Allahu Ta’ala agar Bangsa Indonesia “dibukakan” hatinya demi kemajuan umat manusia semuanya. Amin. Shalawat dan salam selalu kami sampaikan kepada junjungan Nabi besar Sayyidina Muhammad, yang terpilih, pemegang “kunci” ilmu-ilmu tersembunyi Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam beserta keluarga dan para sahabatnya yang dirahmati Allah.

Segala taufik dan hidayah adalah semata dari Allah dan semua kesalahan adalah milik penulis semata, akibatnya kurangnya penghayatan dan pengabdian di dalam beribadah. Semoga kesalahan penulis di berikan rahmat ampunan dari Allahu Ta’ala. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s