Dalam Islam, terdapat banyak Surat dan Ayat Allah yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Baik dari jaman dulu maupun hingga jaman sekarang. Jika ada yang beranggapan bahwa Hukum Al Quran dan Sunnah Nabi SAW sudah tidak valid hanya karena kedua hal itu di “terbitkan” 14 abad yang lalu, maka hal itu adalah salah besar.

Argumentasi saya disini tidak akan membahas dasar-dasar dalil baik dari Al Qur an maupun Hadist, bukan berarti bahwa saya menganut aliran tertentu yang berbeda dengan yang selama ini diterapkan, namun, saya cendrung lebih menyukai mencari pengalaman langsung terkait dengan pengertian, pemahaman, berita dan atau ketentuan di dalam Al Quran dan Sunnah dibandingkan metode klasik dengan perdebatan dalil nash Al Qur an dan Sunnah. Disisi lain sudah banyak bahasan mengenai segala macam permasalahan seputar Islam yang dibahas dengan metode berdasarkan argumentasi dalil.

Sebagai contoh, mengenai kebenaran Al Quran. Secara sederhana, mari kita buktikan kebenarannya dengan beberapa dasar logika dan praktek di bawah ini:

1. Kita menyakini bahwa Al Qur an adalah produk Ketuhanan yang murni, bukan karangan Nabi SAW.

2. Disisi lain, musuh terbesar kita adalah Iblis dan Setan terkutuk.

3. Jadi, kalau memang benar Al Qur an ini yang Haq dan Iblis / Setan terkutuk itu yang batil, maka seharusnya dengan Al Qur an kita bisa menang melawan Iblis dan Setan serta Setan berwujud manusia.

Bukti dari praktek pengalaman langsung:

1. Surat Al Ikhlas.

Suatu saat, saya shalat Ashar di kantor. Sedang asyik-asyiknya Shalat, tiba-tiba pada rakaat ketiga, sepertinya dihadapan saya berdiri mahluk hitam tinggi tapi kurus ibarat seperti bambu. Entah kenapa, yang bacaan yang langsung keluar dari mulut dan hati saya adalah Surat Al-Ikhlas, saya baca terus dalam hati hingga shalat selesai. Setelah mengucap salam, itu setan belum juga mau pergi.

Akhirnya, saya coba konsentrasi untuk permohonan kepada Allah, sambil terus membaca Surat Al Ikhlas. Kira-kira setalah saya baca ke lima kalinya, tiba-tiba saya seperti di “perlihatkan” bahwa Setan tersebut seperti terperangkap di dalam suatu kerangkeng besi, kemudian secara perlahan kerangkeng besi itu mengecil hingga kira-kira sebesar 2 kali kardus mie dengan setan tersebut ada di dalamnya, dan akhirnya kerangkeng beserta isinya menghilang. Dengan menghela nafas lega, akhirnya saya keluar sambil mengucap syukur dalam hati.

 

Urusan duniawi menjadi lancar.

1. Umat Islam, juga mempercayai, bahwa jika seseorang rajin beribadah, tentunya akan dilancarkan segala urusannya.

2. Jika Al Qur an benar, maka dengan pengamalan Al Qur an kita akan mendapatkan kemudahan dan dilindungi dari hal-hal yang merugikan / mudharat.

Kalau yang ini pengalaman istri saya. Suatu ketika salah satu famili, sedang berangkat untuk melaksanakan ujian skripsi. Dia dari rumah naik taksi menuju lokasi ujian. Di tengah jalan, namanya Jakarta, tentunya macet adalah hal biasa. Namun jika kita mendapatkan kemacetan pada saat sedang ada urusan yang penting dan mendesak tentu menjadi sumber stress yang luar biasa.

Ditengah kemacetan, famili tersebut menelpon istri saya dan menceritakan kalau dia sedang kena macet, sementara menuju lokasi ujian skripsi. Beberapa hari sebelumnya famili ini sedang menjalankan tugas zikir selama 3 hari untuk persiapan ujian skripsi. Pada saat ditelpon, Istri saya, hanya berkata, “Lillahita’ala saja, ikhlaskan hatimu dan konsentrasi baca Al Ikhlas hingga sampai di tempat ujian”

Nah singkat cerita, famili tersebut sampai ditempat ujian dan Alhamdulillah bisa mengikuti ujian skripsi dengan lancar tanpa terlambat.

Malamnya dia menelpon istri saya dan menceritakan bahwa pada saat dia sedang di dalam taksi dengan kondisi jalanan padat merayap tanpa harapan, tiba-tiba saja mobil-mobil yang ada di depannya “sepertinya” menyingkir memberikan jalan kepada taksi yang ditumpangi famili tersebut. Dia bercerita “sepertinya” mengalami kejadian yang tidak masuk di akal” karena nada suaranya penuh dengan keheran-heranan.  Beberapa kali terdengar dia berkata ” Kenapa bisa begitu ?”

Yah begitulah Islam yang saya kenal sekarang. Beberapa kali kejadian di mana pihak yang mengalami sendiri “keajaiban-keajaiban” pengalaman menjadi terheran-heran dan seakan-akan antara Percaya Nggak Percaya. 🙂

Hal tersebut di atas adalah “rejeki yang tidak disangka-sangka yang diberikan oleh Allahu Ta’ala kepada hambaNya” sehingga membuat “kaget” / “heran” / “terkesima” dsb. Pengertian ini adalah sebagaimana pamahaman yang saya terima.

Allahu alam bissawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s