Bila anda pernah membaca site tentang Perdebatan Agama, bagi yang fanatik terhadap agama masing-masing tentu akan langsung tersinggung dan balik mengumpat.

Dari satu ke lain site semua perdebatan selalu dibumbui dengan cacian dan makian terhadap penganut agama yang lain tanpa batas. Sungguh menyedihkan melihat isi perdebatan yang ada.

Dalam site-site non Indonesia pun banyak juga yang menyediakan forum khusus perdebatan. Isinya kurang lebih sama, saling menjelekkan, menyudutkan, dan akhirnya berujung pada saling memaki.

Kenapa ? Salah satu yang dipahamkan mengenai penyebabnya adalah dasar perdebatan adalah KEFANATIKAN. Kefanatikan terhadap agama khan bagus ???

Kalau sudah fanatik, ibaratnya seperti proses tawar menawar harga antara calon penumpang dan Kusir Delman yang nggak mungkin dipasangin argo selayaknya taksi jaman sekarang.

Sebenarnya kalau diamati semua agama, dan kepercayaan bahkan atheis memiliki kepercayaan akan adanya Tuhan. Tuhan yang mana ?

Tuhan saya beda dengan Tuhanmu. Tuhan saya lebih baik dari Tuhanmu.  Nah, Itu kalimat yang paling favorit yang saya temukan dalam perdebatan.

Hingga saya berpikir, orang-orang yang berdebat ini mau mencari kebenaran atau mau mencari menang kalah ???

Dari sejak SD dan selesai kuliah, salah satu hal yan selalu didengung-dengungkan di semua mata pelajaran adalah mengenai METODOLOGI ILMIAH yang menitik beratkan pada pembuktian empiris terhadap asumsi atau hipotesa yang diajukan.

Pembuktian Empiris ? Ya. Analoginya adalah sebagaimana berita-berita yang aneh yang selalu menjadi incaran media cetak dan elektronik untuk dimuat secara eksklusif. Contohnya banyak sekali, misal:

1. Bayi Kembar 5 (Lima)

2. Bayi kembar Siam

3. Perut seorang perumpuan yang penuh dengan kawat

4. “Manusia Pohon” (Hingga masuk dalam acara salah satu stasiun TV Kabel)

5. Ular berambut. DLSB.

Orang yang berpikiran negatif langsung akan berkata bahw hal itu sbg berita HOAX / palsu. Sedangkan orang positif akan aktif mencari sumber beritanya dan sebisa mungkin mendapatkan gambar atau rekaman videonya.

Orang yang super positif mungkin akan mendatangi langsung lokasi kejadian dan membuktikannya dengan melihat dan atau mengalami sendiri secara langsung terhadap berita dimaksud.

Nah kembali ke konsep Tuhan Agama mana yang lebih baik ?  Semua agama meyakini adanya Tuhan. Bahkan atheis pun meyakini adanya Tuhan namun tidak mau menyebutnya sebagai Tuhan sebatas sebagai suatu Energi Alam yang mengatur dan membuat Alam Semesta ini ada dan bertahan hingga sekarang.

Artinya… semua pihak mengakui adanya Tuhan yang menciptakan-mengatur Alam Semesta ! Dengan sebutan atau versi masing-masing.

Bagi yang ingin sungguh-sungguh mencari kebenaran maka saran saya JADILAH ORANG SUPER POSITIF, buktikanlah secara langsung mengenai keberadaan TUHAN SEMESTA ALAM tersebut.

Jangan percaya pada buku, nanti keyakinan anda sebatas keyakinan “katanya”. Buktikanlah secara EMPIRIS.

Bandingkan kalimat dibawah ini:

1. Saya dengar dari X bahwa ada ular yang punya rambut di suatu desa Z.

2. Kemarin, saya dari desa Z dan melihat langsung ular yang memiliki bulu mirip berambut manusia, nih foto-fotonya, (bukti empiris), tanya aja sama suadara Y yang juga pernah ke sana (yang pernah menyaksikan juga).

Jika anda ingin mempercayai salah satu dari dua orang di atas, kalimat mana yang akan anda pilih ??? Kalimat mana yang memiliki tingkat kebenaran yang lebih tinggi ??? Kalimat mana yang memiliki POTENSI KEPALSUAN ??? 

Sama halnya dengan masalah Ketuhanan yang berujung pada masalah agama.

Pertanyaan saya adalah, MAUKAH ANDA BERSUNGGUH-SUNGGUH MEMBUKTIKAN SECARA EMPIRIS KETUHANAN AGAMA ANDA MASING-MASING ?

Mungkin bermacam reaksi akan bermunculan, misalnya:

1. Untuk apa ? Penjelasannya sudah jelas dan bacalah kembali dari atas.

2. Tidak Mungkin. Penjelasannya adalah Berarti Tuhan anda tidak ada atau mungkin anda tidak mau bersungguh-sungguh dan hanya suka berdebat kusir saja.

3. Tidak Mungkin, hanya golongan tertentu dari kaum kami saja yang bisa. Penjelasannya berarti Tuhan anda tidak adil, tidak memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak atau anda yang tidak mau bersungguh-sungguh dan hanya suka berdebat kusir saja.  

4. Tidak mungkin, karena keberadaan Tuhan hanya bisa dipahami / diyakini dalam hati. Yang penting kita percaya dan selesai masalah. Penjelasannya berarti anda sebenarnya Tidak Peduli dengan Ada dan Tidaknya KETUHANAN. Anda tidak mau mendapatkan masalah dengan pada diri anda jika anda mencari kebenaran Tuhanmu. Berarti anda TIDAK PEDULI dengan kebenaran Tuhan. Untuk apa anda bicara mengenai Tuhan ? Atau anda takut menemukan Kebenaran yang Absolut bahwa keyakinan anda salah ?

5. Tidak Mungkin, hanya kehidupan setelah Mati kita akan bertemu dengan Tuhan, kita cukup bertindak sesuai dengan Kitab Suci Agama kami. Sama halnya penjelasannya sebelumnya, Tuhan anda tidak memberikan kesempatan pada semua pihak atau Anda yang tidak peduli dengan masalah Ketuhanan, atau Anda tidak bersungguh-sungguh mau mencari Tuhan, atau Anda yang ceroboh! Kenapa ceroboh ?? Ibarat anda meminjamkan uang dalam jumlah banyak kepada orang lain pasti anda meminta jaminan untuk alasan keamanan pinjaman yang anda berikan. Sedangkan, dalam berKetuhanan anda “MEMINJAMKAN (BACA MENYERAHKAN) HIDUP / NYAWA ANDA KEPADA SUATU AGAMA TANPA ADA SUATU JAMINAN YANG JELAS” Ya ..kalau sesudah meninggal kita dapat bertemu Tuhan..tapi kalau setelah meninggal ternyata tidak ketemu dengan Tuhan..bagaimana sikap anda? Apakah mungkin untuk diperbaiki ? Nasi sudah menjadi bubur saudaraku.

Kalau anda tidak mau bersungguh-sungguh mencari kebenaran Tuhan maka anda lebih suka mengikuti bujuk rayu SETAN dan IBLIS yang selalu menghalang-halangi umat manusia untuk tunduk dan mengabdi kepada Tuhan Pencipta Alam sesuai dengan Kehendak Tuhan yang sebenarnya. Bukan sekedar “KATANYA”

Nah, mari..saudaraku. Mari kita sama-sama buktikan Kebenaran Absolut mengenai Tuhan kita masing-masing.

Pencerahan dari malam Maulid Nabi SAW, tanggal 12 Rabiul Awal 1413 H.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s